Kamis, 02 Juli 2026

Implementasi Web Server dan Penerapan Keamanan Sistem Menggunakan Apache dan MySQL pada Windows Server 2003

PENDAHULUAN

Praktikum ini berfokus pada implementasi web server Apache dan penyediaan lingkungan server untuk aplikasi berbasis web. Tahapan yang dilakukan mencakup konfigurasi penyimpanan virtual, migrasi database MySQL, penerapan keamanan password dengan metode MD5, dan modifikasi halaman web sebagai bentuk validasi. Seluruh proses dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap komponen dapat berjalan dan terintegrasi dengan baik.

1. Implementasi Apache Web Server

Pada tahap awal ini, dilakukan proses penyalinan (copy) seluruh file aplikasi web internal perusahaan ke dalam direktori document root dari Apache Web Server. Setelah file berhasil dipindahkan dan layanan Apache dipastikan berjalan, pengujian dilakukan dengan membuka aplikasi melalui web browser menggunakan alamat localhost atau IP Server. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa halaman web berhasil dimuat tanpa kendala, menandakan bahwa web server siap digunakan sebagai lingkungan production.

Berdasarkan instruksi implementasi Apache Web Server, langkah pertama yang dilakukan adalah menyalin folder aplikasi yang akan disimulasikan ke dalam direktori document root web server. Pada gambar pertama, dapat dilihat bahwa folder aplikasi bernama "jasa" telah berhasil disalin dan ditempatkan di dalam direktori C:\xampp\htdocs.

Setelah file aplikasi tersimpan di dalam folder web server, langkah selanjutnya adalah melakukan pengecekan aksesibilitas aplikasi. Pada gambar kedua, pengecekan dilakukan dengan membuka web browser dan mengakses URL localhost/jasa/jasa/. Hasil pengujian menunjukkan bahwa web server merespons dengan baik, ditandai dengan termuatnya halaman "Login Admin" yang menampilkan nama "Roenih" beserta form Username dan Password tanpa kendala. Hal ini memvalidasi bahwa implementasi web server lokal telah berhasil dan siap digunakan untuk tahapan selanjutnya.


2. Konfigurasi Virtual Drive Storage & Keamanan Direktori

Untuk manajemen penyimpanan yang lebih aman dan terisolasi, sebuah Virtual Hard Disk (VHD) baru berkapasitas 15 GB dibuat menggunakan fitur Disk Management pada Windows Server 2003. Drive baru tersebut kemudian diinisialisasi dan dipartisi menggunakan sistem file NTFS agar fitur keamanan direktori tingkat lanjut dapat diterapkan. Setelah partisi berhasil diformat, sebuah folder utama dengan nama Roenih eni dibuat di dalam drive tersebut sebagai tempat penyimpanan data yang aman.

Gambar ini menunjukkan tahap awal penambahan media penyimpanan melalui antarmuka Oracle VirtualBox. Pada menu Settings > Storage, dilakukan penambahan controller atau perangkat Virtual Hard Disk (VHD) baru ke dalam sistem mesin virtual Windows Server 2003. Tahap ini dilakukan saat mesin virtual dalam keadaan mati (Powered Off) untuk mengalokasikan ruang penyimpanan fisik sebelum dikonfigurasi di dalam sistem operasi.


Gambar tersebut menunjukkan tampilan Disk Management di mana sistem mendeteksi adanya disk baru (Disk 2) sebesar 15,70 GB yang masih berstatus Unallocated. Status ini menandakan bahwa ruang penyimpanan tersebut masih mentah, belum dipartisi, dan belum diformat, sehingga belum bisa digunakan untuk menyimpan data. Agar disk tersebut dapat berfungsi, Anda perlu membuat partisi baru pada area hitam (Unallocated) tersebut dan memformatnya dengan sistem file (seperti NTFS) hingga statusnya berubah menjadi Healthy.


Gambar ini menampilkan tahapan pemformatan ruang penyimpanan yang telah diinisialisasi menggunakan New Partition Wizard. Partisi baru tersebut diformat dengan sistem file NTFS, yang merupakan syarat wajib untuk menerapkan keamanan direktori tingkat lanjut pada Windows Server. Opsi Perform a quick format juga dicentang agar proses penyiapan file system berjalan lebih cepat.

Setelah mesin virtual dijalankan dan Computer Management dibuka, sistem Windows Server 2003 mendeteksi adanya perangkat penyimpanan baru yang belum dikenali. Jendela Initialize and Convert Disk Wizard secara otomatis muncul sebagai langkah awal untuk menginisialisasi disk kosong tersebut agar dapat dikelola dan digunakan oleh sistem server.

Pada kelanjutan proses wizard, sistem meminta konfirmasi mengenai disk mana yang akan diinisialisasi dan dikonversi menjadi dynamic disk. Pada tahap ini, kotak centang pada Disk 1 dipilih untuk memastikan bahwa konfigurasi hanya diterapkan pada virtual drive baru yang sebelumnya telah ditambahkan, bukan pada disk sistem utama.

Gambar ini merupakan bukti validasi akhir dari seluruh proses konfigurasi storage. Pada jendela Disk Management, terlihat bahwa Disk 1 telah berstatus Online dan bersifat Dynamic dengan kapasitas 15.00 GB. Partisi tersebut telah berhasil diberi nama volume "roenih (E:)" dengan sistem file NTFS dan memiliki status Healthy. Hal ini menandakan bahwa drive virtual sudah beroperasi secara normal dan siap digunakan untuk menyimpan folder utama dengan aman.

3. Analisis Migrasi & Import Database MYSQL
Tahap selanjutnya adalah melakukan migrasi basis data aplikasi. Pertama, sebuah database baru dibuat di dalam server MySQL. Setelah ruang database disiapkan, file berekstensi .sql yang berisi struktur tabel dan data dari aplikasi perusahaan diimpor ke dalam database tersebut. Proses ini dipastikan berjalan hingga selesai tanpa error, sehingga seluruh data esensial berhasil dimigrasikan dengan utuh ke dalam environment Windows Server.
Gambar ini menunjukkan tahapan eksekusi dalam proses migrasi basis data aplikasi menggunakan antarmuka phpMyAdmin. Pada menu tab Impor (Import), terlihat bahwa file dump database aplikasi yang bernama jasa.sql telah dipilih untuk diunggah melalui kolom "Pilih File". File berekstensi .sql tersebut memuat sekumpulan instruksi query yang berisi struktur tabel sekaligus rekaman data awal dari aplikasi web. Proses ini bertujuan untuk mengekstrak dan memasukkan seluruh data tersebut ke dalam basis data kosong bernama "jasa" yang sebelumnya telah disiapkan pada server MySQL lokal.




Gambar ini menampilkan antarmuka phpMyAdmin yang digunakan untuk mengelola basis data (MySQL). Gambar ini memvalidasi proses migrasi dan import database. Terlihat pada panel sebelah kiri, sebuah database baru dengan nama "jasa" telah berhasil dibuat. Pada panel sebelah kanan, terlihat struktur dari database tersebut yang berisi tiga buah tabel hasil import, yaitu tabel biaya, transaksi, dan user. Adanya ketiga tabel beserta spesifikasi ukurannya membuktikan bahwa proses import struktur dan data aplikasi ke dalam server MySQL telah berjalan dengan sukses tanpa error.

4. Perancangan Topologi & IP Jaringan Aman (Penerapan Kriptografi MD5)
Guna meningkatkan mekanisme keamanan otentikasi login aplikasi, dilakukan konversi metode penyimpanan password di dalam database. Password yang sebelumnya rentan, kini dienkripsi menggunakan algoritma Kriptografi MD5. Eksekusi pembaruan data dilakukan langsung menggunakan perintah query SQL dengan memanfaatkan fungsi MD5() pada Windows Server. Setelah pembaruan berhasil, tahap pengujian dilakukan dengan mencoba login ke dashboard aplikasi untuk memvalidasi bahwa sistem otentikasi yang baru telah berfungsi dengan sempurna.

Gambar ini menampilkan proses manajemen data administrator di dalam tabel user melalui antarmuka phpMyAdmin. Pada tahap ini, dilakukan modifikasi atau pembaruan record data akun, di mana kolom username diubah menjadi "eni" dan kolom nama disesuaikan menjadi "roenih", serta penambahan detail alamat.

Langkah pengamanan paling krusial terlihat pada baris konfigurasi password. Nilai password dimasukkan dalam bentuk teks biasa (yaitu "123"). Namun, agar password tidak tersimpan secara plain text yang rentan terhadap peretasan, algoritma kriptografi diterapkan dengan memilih MD5 pada kolom Fungsi (Function). Dengan pengaturan ini, saat tombol "Kirim" dieksekusi, sistem MySQL akan secara otomatis mengenkripsi password "123" tersebut menjadi deretan kode hash acak sepanjang 32 karakter sebelum menyimpannya ke dalam database. Langkah ini memvalidasi bahwa standar keamanan untuk otentikasi login telah berhasil diterapkan pada basis data aplikasi.



5. Validasi Integritas & Modifikasi Halaman Beranda Web

Sebagai bentuk validasi akhir, modifikasi dilakukan pada file beranda (seperti index.php atau index.html) yang berada di dalam direktori root web server. Modifikasi ini bertujuan untuk menampilkan identitas Roenih eni secara jelas pada bagian Header Halaman Home, yang kemudian divalidasi dengan mengaksesnya kembali melalui browser. Untuk melindungi file index tersebut dari peretasan atau perubahan ilegal (menjaga integritas data), dilakukan penguncian izin tulis dengan mengeksekusi perintah ATTRIB +R (Read-Only) melalui Command Prompt, sehingga file terkunci dan tidak bisa diubah secara sembarangan.

Gambar ini menunjukkan proses modifikasi source code pada file index.php menggunakan editor teks. Sesuai dengan instruksi soal untuk menampilkan nama pada halaman depan, penambahan kode dilakukan pada baris ke-123. Sebuah tag HTML <h3> yang memuat nama "Roenih" disisipkan tepat di bawah tag heading "Login Admin". Modifikasi ini berfungsi sebagai identitas dan validasi bahwa halaman web tersebut dikerjakan oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Gambar ini memperlihatkan langkah krusial dalam menjaga integritas data melalui Command Prompt (CMD). Setelah direktori aktif diarahkan ke lokasi folder aplikasi web (C:\xampp\htdocs\jasa\jasa), perintah ATTRIB +R dieksekusi. Perintah ini berfungsi untuk mengubah atribut file atau folder di dalam direktori tersebut menjadi Read-Only (hanya baca). Tindakan penguncian ini memastikan bahwa file beranda yang sudah dimodifikasi tidak dapat diubah, ditimpa, atau dihapus secara ilegal (melindungi dari modifikasi tak sah).



Gambar ini merupakan validasi final yang membuktikan keberhasilan seluruh sistem setelah proses login dilakukan (melanjutkan pengujian enkripsi MD5). Layar menampilkan halaman dashboard admin (admin.php) dari Aplikasi Jasa Cuci. Pada halaman utama ini, terdapat teks "Selamat Datang di UAS Keamanan Sistem Informasi" beserta sapaan "Halo roenih, Anda login sebagai Admin." Tampilan ini mengonfirmasi bahwa koneksi database, sistem otentikasi password, dan penarikan data pengguna (sesuai nama yang diubah di database) telah terintegrasi dan beroperasi tanpa cacat pada lingkungan web server.